...JALINAN UKHUWAH...
...ANTARA MUSIBAH@AZAB...
0
comments
IMANNURBALQIS
-
Dapatkan Mesej Bergambar di Sini
salam....
hari nie teringin plak nak buat pkongsian dgn pbaca...
alhamdulillah...ipg ana dah selamat kuarantin for 1week...
selamat sumanya...duk rmh pun xpi mana2...suma org duk syak jea...padahal ana xkene pun...he3...btul la perumpamaan org tua2: krn nila setitik habis susu sebelanga...tp ada hikmah knapa dpt balik rmh coz oleh disebabkn hal nie berlakulah perhimpunan anak berankk..he3...adik ana yg kat uitm penang pun cuti jg...2weeks lg..last2 cuti raya 2hri jea...jdnya spjg cuti nie ana kne la muhasabah diri, siapkan nota, rehatkn fizikal, uruskn adik2 p sek n mcm2 la..he3 Sehinggakn ana pi kluar petik rmbutan kat luar rmh pun org tegur...."ina, knapa kluar???kne kuarantin kn?"...ana senyum jea...xdpt nk kata pe....
utk perkongsian bersama, cuba kita fikir dan renungkan...mengapa ALLAH s.w.t menjadikan mekanisme udara sebagai pbwa wabak ini???adakah umatnya kian lupa sehingga kn perlu menurunkan musibah@azab ini???udara amat penting utk manusia hidup dan merasai nikmat permainan di dunia...skrg ramai yg mengejar kuasa, harta, nama dan tidak kurg pula yg lupa ttg khadiran nikmat itu adalah dri ALLAH s.w.t...
Riwayat Bukhari dan Muslim ada menyatakan:
"Tidak ada musibah yang menimpa umat ISlam hingga sekecil duri yang menusuknya, melainkan ALLAH Azza wa Jalla akan menhapus dosa-dosanya"
AL-Qurtubi, seorg ahli tafsir memberikan definisi musibah sebagai semua peristiwa yang menyakiti org beriman....sepertimana yang kita sedia maklum, musibah merupakan kejadian yang membawa kepada kerugian...
Musibah atau bencana yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari
keimanannya, sifatnya adalah ujian dan cubaan. Allah ingin melihat bukti
keimanan dan kesabaran kita. Jika kita menyikapi dengan benar, dan
mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan
rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.
Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelumang dosa dan kemaksiatan, bencana
atau musibah yang menimpa, itu adalah seksa atau azab dari Allah atas dosa-dosa
mereka. Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang kejahatan dan kemaksiatan,
tetapi terlepas dari bencana/musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yang
lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang
ditangguhkan, yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan
serta maksiat yang dilakukannya.
Sebenarnya yang terpenting bukan musibahnya, tetapi apa alasan Allah menimpakan
musibah itu kepada kita. Untuk di ingat, jika musibah itu terjadi, disebabkan
dosa-dosa kita, maka segera-lah bertaubat kepada Allah. Kalau musibah yang
terjadi kerana ujian keimanan kita, maka kuatkan iman dan berpegang teguhlah
kepada Allah.
Siapa saja berbuat kebaikan, maka manfaatnya akan kembali kepadanya. Sedangkan
siapa saja berbuat kejahatan, maka bencananya juga akan kembali kepada dirinya
sendiri. Bisa dibalas didunia atau di akhirat.
Perhatikan firman allah SWT berikut ini : ”Barangsiapa mengerjakan perbuatan
jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.
Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan
sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi
rezki di dalamnya tanpa hisab”. (QS. Al Mukmin [40] : 40).
Perhatikan juga dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Apa saja nikmat
yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka
dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap
manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An Nissa [4] : 79)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah
dari Allah” adalah dari karunia dan kasih sayang Allah SWT. Sedangkan makna
“dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.”
Berarti dari dirimu sendiri dan dari perbuatanmu sendiri.
Berikut beberapa contoh :
1. Musibah boleh menjadi sebagai peringatan
Musibah ini diberikan kepada kaum mukmin yang merosot keimanannya. Peringatan
ini kerana kasih sayang Allah SWT. Misalnya seseorang yang berada dalam
kesempitan rezki. Kemudian ia bermunajat di malam hari agar Allah
memberikannya keluasan rezeki. Solat tahajjud, solat Dhuha, puasa sunat
Isnin dan Khamis dan perbaikan ibadah lainnya dengan semaksimal mungkin. Hingga Allah SWT memberikan jalan keluar. Bisnesnya berkembang, karyawan bertambah, kesibukan semakin meningkat. Tapi justru dikarenaka sibuknya satu persatu ibadah sunahnya mulai ia tinggalkan. Solat-solatnya pun semakin tidak khusyu'. Seharusnya
bertambahnya nikmat, membuat ia bertambah syukur dan semakin dekat dengan
Allah, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, nikmat bertambah malah membuatnya
semakin jauh dari Allah.
Orang ini sebenarnya sedang mengundang datangnya musibah,atau azab Allah.
Musibah yang datang kepadanya sebagai peringatan untuk meningkatkan kembali
keimanannya yang merosot itu. Bisa saja terjadi tiba-tiba usahanya macet dan
banyak mengalami kerugian. Akibatnya ia terlilit hutang. Dalam keadaan bangkrut
tadi tidak ada yang mau menolongnya. Ketika itulah ia kembali kepada Allah
untuk memohon pertolongan dengan cara memperbaiki ibadah-ibadahnya yang selama
ini sudah tidak ia perhatikan lagi. Tercapailah tujuan musibah yaitu pemberi
peringatan.
Musibah juga bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita. Perhatikan sabda Rasulullah
saw berikut ini: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan
duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah
menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana
pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Dan Sesungguhnya kami
merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang
lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS. As Sajdah : 21)
Jadi sebenarnya, Allah SWT menurunkan musibah atau azab pada kita di dunia ini,
sebagai peringatan bagi kita, untuk kembali pada kebenaran.
2 Musibah sebagai ujian keimanan
Musibah ini adalah tanda kecintaan Allah SWT pada seseorang hamba. Semakin
tinggi derajat keimanan dan kekuatan agama seseorang justru ujian (musibah)
yang menimpanya akan semakin berat. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini :
Dari Mush'ab bin Sa'd dari ayahnya. Ayahnya berkata: Aku bertanya kepada
Rasulullah SAW," Manusia manakah yang paling berat ujiannya?" Rasulullah SAW
menjawab," Para Nabi, kemudian disusul yang darjatnya seperti mereka, lalu
yang di bawahnya lagi. Seseorang diuji sesuai keadaan agamanya. Jika agamanya
itu kukuh maka diperberatlah ujiannya. Jika agamanya itu lemah maka ujiannya
pun disesuaikan dengan agamanya. Senantiasa ujian menimpa seorang hamba hingga
ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun." (HR. al-Ahmad, al-Tirmidzi
dan Ibn Majah,berkata al-Tirmidzi: hadits hasan shahih)
Sedangkan bala atau cobaan maupun ujian juga telah disebutkan didalam Al Qur’an
seperti tertulis dalam firman Allah SWT : “Tiap-tiap yang berjiwa akan
merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai
cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(QS. Al Anbiya [21] : 35)
Cubaan atau ujian yang menimpa setiap orang dan ini boleh berupa keburukan atau
kebaikan, kesenangan atau kesengsaraan, sebagaimana disebutkan pula didalam
firman-Nya yang lain yaitu : “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi
beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang soleh dan di antaranya ada
yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan
(bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran) (QS. Al
A’raf [7] : 168).
Sekarang cuba tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, bagaimana keimanan kita
terhadap Allah SWT ?Apabila kita termasuk orang yang lalai, maka jawaban atas
musibah yang menimpa, adalah sebagai azab dan peringatan atas kelalaian kita,
agar kita sadar dari kelalain kita selama ini. Dan segeralah bertaubat.
Dan kalau kita bukan hamba-Nya yang lalai, maka segala ujian yang terjadi
menimpa kita, adalah sebagai suatu ujian, dimana dengan ujian itu, Allah telah
menyiapkan tingkat keimanan yang lebih tinggi untuk kita. Seperti menjadikan
kita hamba pilihan-Nya yang sabar. Dan pahala orang yang sabar sungguh tanpa
batas. Seperti tertulis dalam firman-Nya : “…..Sesungguhnya hanya orang-orang
yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az Zumar [39] :
10) Dengan kesabaran, akan meraih redha Allah, dan redha Allah adalah
segalanya...
Semoga kita dapat merasai thap mana keimanan kita...dan masih lagi mempunyai hati yg ingin merasai kemanisan Islam...bukan hati yg mati dan tidak mampu menerima teguran dari ALLAH melalui musibah yg diturunkn secra langsung atau tidak...semoga kita sentiasa dlm kasih-sayang dan dibawah lembayung rahmat ALLAH....ameen
...TRIP KE IPGM ZON TENGAH...
salam...
lawatan ASPIRASI MUHIBBAH ke IPGM zon tengah....
Tarikh : 26 - 28 Jun 2009
Masa : 3 hari 2 malam
Tempat :
•IPGM Kampus Pendidikan Islam,
•IPGM Kampus Bahasa Melayu Malaysia,
•IPGM Kampus Ilmu Khas,
•IPGM Kampus Pendidikan Teknik
•IPGM Kampus Bahasa Antarabangsa.
alhamdulillah...lawatan aspirasi muhibbah nie byk bg input yg blh dijadikan sbgai penambahbaikkan dalam organisasi JPP di IPGM KPM...ana hrap exco2 ana dpt ilmu yg mampu mmberikan perubahan yg positif pada JPP khususnya dan guru pelatih umumnya...
diharapkan dgn terjalinnya hubungan dgn delegasi JPP zon tenga dpt memantapkan lg struktur JPP di IPGM selaku penghubung antara guru pelatih dan pihak ptadbir...terima ksih dan sekalung penghargaan buat JPP IPGM KPI, KBMM, KIK, KTKL, KBAA kerana sudi terima kunjungan srikandi dari melaka...
akhir kalam,
BUAH CEMPEDAK BUAH KUINI,
DIBAWA KAYANGAN UNTUK DIMAKAN,
UKHUWWAH TIDAK BERAKHIR DI SINI,
BALAS KUNJUNGAN KAMI HARAPKAN.
...I'M PROUD TO BE A MUSLIM...

THE MUSLIMS ARE FRIENDLY & LIKEABLE
The Muslim who truly understands the teachings of his religion is gentle, friendly and likeable. He mixes with people and gets along with them. This is something which should be a characteristic of the Muslim who understands that keeping in touch with people and earning their trust is one of the most important duties of the Muslim. It is an effective means of conveying the message of truth to them, and exposing them to its moral values, because people only listen to those whom they like, trust and accept. Hence there are many Hadiths which commend the type of person who is friendly and liked by others. Such a person is one of those chosen ones who are beloved by the Prophet Muhamad (saw) and will be closest to him on the Day of Resurrection:
"Shall I not tell you who among you is the most beloved to me and will be closest to me on the Day of Resurrection?" He repeated it two or three times, and they said, 'Yes, O Messenger of Allah (saw).’ He said: "Those of you who are the best in attitude and character." (Reported by Ahmad and its Isnad is Jayyid) Some reports add: "Those who are down to earth and humble, who get along with others and with whom others feel comfortable."
One of the attributes of the believer is that he gets along with others and others feel comfortable with him. He likes people and they like him. If he is not like this, then he will not be able to convey the message or achieve anything of significance. Whoever is like that has no goodness in him, as in the Hadith:
"The believer gets along with people and they feel comfortable with him. There is no goodness in the one who does not get along with people and with whom they do not feel comfortable.” (Reported by Ahmad and al-Bazar; the men of Ahmad's Isnad are Rijal as-Sahih)
The Prophet Muhamad (saw) set the highest example of good behaviour towards people. He was skilful in softening their hearts and called them to follow him in word and deed.. He demonstrated how to reach people's hearts and win their love and admiration.
He was always cheerful and easy-going, NEVER HARSH. When he came to any gathering, he would sit wherever there was a free space, and he told others to do likewise. He treated everyone equally, so that no one who was present in a gathering would feel that anyone else was receiving preferential treatment. If anyone came to him and asked for something, he would give it to them, or at least respond with kind words. His good attitude extended to everyone and he was like a father to them. The people gathered around him were truly equal, distinguished only by their level of taqwa. They were humble, respecting their elders, showing compassion to young ones, giving priority to those in need and taking care of strangers..
The Prophet (saw) never used to disappoint anyone who came to ask from him. There are three characteristics that he did not possess: he was not argumentative, he did not talk too much, and he did not concern himself with matters that were not his business. There are three things that he never did to people: he never criticized anyone, he never said "Shame on you!" to anyone, and he never looked for anyone's faults. He never said anything but that for which he hoped to earn reward. When he spoke, the people around him would listen earnestly, sitting still as if there were birds on their heads. When he was silent, then they would speak. They never argued with one another in his presence. They would smile at whatever he smiled at, and would be impressed by whatever impressed him. He would be patient with a stranger who might be harsh in his requests or questions, and his Companions would ask the stranger to speak gently. He said, "If you see someone in need, then help him." He never accepted praise except from someone who was thanking him for a favour, and he never cut off anyone who was speaking; he would wait until the person indicated that he had finished, or stood up.
Aishah tells us that he used to be cautious of the worst type of people, and he would speak gently to them and treat them well. A man sought permission to enter upon him and he said, "Let him in, what a bad brother of his tribe he is!" When the man came in, he spoke gently to him. Aishah said: ‘O Messenger of Allah (saw), you said what you said, and then you spoke gently to him.’ He (saw) said, "O Aishah, the worst of people is the one whom people avoid (or are gentle towards) because they fear his slander." (Bukhari and Muslim)
The true Muslim follows in the footsteps of his Prophet in his dealings with all people, whether they are good or bad, so that he is liked and accepted by all people.
By: Dr. Muhammad Ali Al-Hashimi
Source: islaam.com
...wudhu' zahir & batin...
Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk
solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk
dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya,
demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam
dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"
Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu' zahir dan batin."
Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"
Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air".
Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-
* Bertaubat
* Menyesali dosa yang telah dilakukan
* Tidak tergila-gilakan dunia
* Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
* Tinggalkan sifat berbangga
* Tinggalkan sifat khianat dan menipu
* Meninggalkan sifat dengki.
Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat.
Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan:
1.aku sedang berhadapan dengan Allah,
2.Syurga di sebelah kananku,
3.Neraka di sebelah kiriku,
4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan
5.aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan
menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku,
kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik"
"Setiap bacaan dan doa didalam solat, aku faham maknanya kemudian aku
rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh
pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat
selama 30 tahun."
Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya
yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.
p/s : wudhu' merupakan tunjang utama untuk bersolat...cuba fikirkan, adakah solat kita yang tidak khusyuk ada kaitan dengan wudhu'...sama2 kita renungkan...
sakura putih
Read more
solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk
dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya,
demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam
dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?"
Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu' zahir dan batin."
Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"
Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air".
Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :-
* Bertaubat
* Menyesali dosa yang telah dilakukan
* Tidak tergila-gilakan dunia
* Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
* Tinggalkan sifat berbangga
* Tinggalkan sifat khianat dan menipu
* Meninggalkan sifat dengki.
Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat.
Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan:
1.aku sedang berhadapan dengan Allah,
2.Syurga di sebelah kananku,
3.Neraka di sebelah kiriku,
4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan
5.aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan
menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku,
kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik"
"Setiap bacaan dan doa didalam solat, aku faham maknanya kemudian aku
rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh
pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat
selama 30 tahun."
Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya
yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.
p/s : wudhu' merupakan tunjang utama untuk bersolat...cuba fikirkan, adakah solat kita yang tidak khusyuk ada kaitan dengan wudhu'...sama2 kita renungkan...
sakura putih
...SEM 4....
salam sahabat-sahabat dan pembaca yang dirahmati ALLAH sekalian... dah lama xupdate blog...kekangan masa dan perkhidmatan internet menjadi penghalangnya...mungkin ada perkara yg perlu didahulukan...alhamdulillah hari ni hari ketiga ana memulakan sem baru di IPGM KPM...agak sibuk utk menguruskan program JPP yang berlangsung dari hari pertama pembukaan sem baru...klu dikira2kan, berapa lama jea ana berada di bilik kuliah...nasib baik lah ada pensyarah yg sbuk dgn urusan yg lebih penting... alhamdulillah...selama ana berada di rumah...byk perkara yg mengajar ana utk jd lebih matang...kdg2 klu difikir2kn ujian 2 berat...tpi ayat AL-QURAN tidak pernah salah...seperti yang selalu diperkatakan setiapa ujian yang diberikan oleh ALLAH adalah bersesuaian dgn kemampuan seseorang..klu ana tak mampu mana mungkin ana masih diberi peluang utk berada disini...dan mungkin ana tdk dpt post artikel ini...he3..seperti yg kita sedia maklum dunia merupakan taman akhirat..ikutlah kita nak tanam kebaikan atau keburukan... permulaan sem baharu adalah kekuatan permulaan bagi ana sebagai seorg pelajar...kdg2 nie merupakan peluang utk ana memperbaiki diri dari masa ke masa...alhamdulilah hari esok masih ada utk ana bersama2 menjalankan tanggungjwb sbgai seorg khalifah di muka bumi ALLAH nie... seperti terjemahan surah Muhammad :ayat 7 menyatakan : Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (ugama) Allah nescaya Allah membela kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu Betapa cantiknya ayat tersebut sehingga ALLAH sendiri yg akan membela org yg mbela agamanya... sahabat-sahabat yg dkasihi ALLAH sekalian, jgn sesekali kita pernah berasa kita jauh dariNYA..kerana kadang2 kebetulan, keuntungan,kejayaan,kegagalan merupakan aturan dari yang Maha Berkuasa...ana doakan kita sama2 menggapai kejayaan di dunia dan akhirat.... salam permulaan, sakura putih 25.06.09 9.45am
Read more
...SELAMAT BERCUTI...

Salam mahabbah buat sahabat2 yang sentiasa dijalan ALLAH,
selamat bercuti pada semua pelajar IPGM KPM...
hiasi diri,jagalah peribadi....
buat sahabat2 yg bertunag...selamat bertunang...
buat sahabat2 yg berkahwin...selamat pengantin baru...
Hari malam gelap-gelita
Pasang lilin jalan ke taman
Sopan santun budaya kita
Jadi kebanggaan zaman berzaman
Pergi berburu sampai ke sempadan
Dapat Kancil badan berjalur
Biar carik baju di badan
Asalkan hati bersih dan jujur
salam ukhuwwah...segugus mawaddah.....
sakura putih
31 Mei 2009
9.30am
...HALAL@HARAM?...

Salam ukhuwwah buat sahabat2 yg dirahmati ALLAH sekalian....
Alhamdulillah,ana dapat menyelesaikan exam final utk sem3 ini dengan jaya...
he3...insyaALLAH
setakat nie ana redha dgn ketentuan ALLAH s.w.t dengan apa yang dirancang dan diberi..bagi ana setiapa kejadian ada hikmahnya...sebelum berlakunya penyandaran rencana kepada Yang Maha Agung lagi Maha Berkuasa keatas setiap ciptaan nya...kta jangan lupa untuk berusaha sesungguh-sungguhnya...
knapa tajuk artikel kali nie bercerita tentang halal&haram yea...ana bukannya ulama' nak menetapkan sesuatu hukum walaupun ianya telah tercatat dalam al-quran&as-sunnah...cuma anan ingin meluahkan apa yang tersirat di hati dan sanubari ana...
sahabat-sahabat yang dirahmati ALLAH sekalian,
semasa ana menghadapi peperiksaan final utk sem3, ana ada konflik diri dan sahabat2..
masalahnya ialah meniru dalam peperiksaan...walaupun kecil tp masalah ini cukup menghantui ana sedalam2nya...sehinggakn ana menangis untu menahan kegiatan yg dilakukan oleh sahabat-sahabat ana ini...
lebih menyedihkan,tiada rasa bersalah dalam diri akibat daripada perbuatan itu..malahan bertambah suka dan mempunyai keingin untuk bersaing yg tinggi...
jika kita renung kembali, ilmu yg diajarkan oleh guru kepada anak muridnya adalah ikhlas kerana ALLAH..tetapi apa bila berlakunya kebocoran soalan, adakah integriti seorang guru itu berada di tahap yang diimpikan selama ini?
soalan spot, secara lumrahnya memmang tidak dapat dipisahkan ketika study week...kadang2 ana mengakui ana juga mencari sumber untuk soalan spot...
tetapi jika kita fikrkan , soalan spt mungkin sampingan utk membantu kita mengulangkaji..tidak dinafikan, peperiksaan besar seperti stpm,spm, pmr dan upsr turut mempunyai kajian tindakan setiapa tahun untuk menganalisis soalan yang bakal keluar...
dari aspek konflik diri ana tadi...sudahlah mendapat soalan spot, meniru pula sewaktu peperiksaan...adakah halal pointer yg bakal kita perolehi???sama2 kita renung2kn...
secara dasarnya,kebanyakan pelajar ingin bersaing dan menunjuk2 pointer yg diperolehi...mereka akan merasa puas apabila dapat menyaingi sahabat2 mereka...ana keliru dengan keadaan ini, adakah mungkin guru yang mengawasi tidak mempunyai integriti yang tinggi walaupun pelajar2 meniru tidak diberi teguran ataupun kehendak pelajar yang ingin untuk dihormati dan diiktiraf menjadi pelajar yang cemerlang dari segi IQ...dimana pula letaknnya tahap pembangunan SQ dan EQ nya???sama2 kita nilai dan kita fikirkan...
adakah kita salah seorang daripadanya...
ikuti sorotan perbualan ana bersama seorang tenaga pengajar ana tentang perkara yang merunsingkan hati&jiwa ana:
Pelajar : teacher, saya nak tanya apa pendapat teacher mengenai kes tiru-meniru dlm dewan peperiksaan?
Teacher (non-muslim) : nampaknya penghayataan mereka masih kurang lagi....sy agak sedih sekiranya mereka membuat perkara ini.
Pelajar : mcmana yea teacher nak tegur students mcm nie??
Teacher (non-muslim) : cuba kamu tegur dia secara perli..kadang2 mereka ini masih lagi dalam proses belajar...secara teori...mungkin mereka masih tidak sedar kepentingan sebenar peperiksaan.
Pelajar : tp teacher bg pendapat sy, kita ni dah la dapt soalan spot...lps 2 study utk soklan 2 jea..lpas 2 meniru jawapan dalam dewan peperiksaan..&then, bla result kuar, bangga diri dan tidak mahu utk menolong sahabat2 yg lain....hanya bertanyakan pointer orang dan menwar2kan ttg keputusannya pada org lain...sy sedih la sahabat sy mcm ni?
Teacher (non-muslim) : itulah yg selalu sy katakan dalan kelas..teori pilihan Glasser..mereka telah buat pilihan mereka sendiri sebegitu...jd,biar meraka rasa&menanggung akibatnya...bagi sy pelajar cemerlang adalah pelajar yang memenuhi dari aspek IQ,EQ,SQ...dalam ISLAM sendiri, AL-QURAN yang awk selalu baca pun ada menyatakan mengenai hal ini...bg awk adakah ini jalan halal??meniru sewaktu peperiksaan...setiap perbuatan ada balasannya...klu kita tdk mampu utk menegur secara lisan,awk berdoa untuk perubahan sahabat2 awk..
sgt tersentuh hati sy apabila seseorg non muslim mampu utk relate&sedar apa yang ditulis dalam AL-QURAN...adakah kita ini yang membaca AL_QURAN setiapa hari mampu untuk menghayati tentang elemen2nilai2 murni yang telah diwujudkan dalam AL-QURAN...sejauh mana penghayatan kta, jika kita mampu utk menipu&melakukan dosa disebalik tabir walaupun kita tahu yang sebenarnya, ALLAH sentiasa memerhatikan tindak-tanduk kita...adakah hati2 kita belum lagi kuat&teguh dalam menghadapi cabaran&ujian yg dikelirukan atau hati yang digeletek oleh syaitan laknatullah...sama2 kita muhasabah diri..
Meniru di dalam peperiksaan harus dihindarkan.
Ana tidak berhajat untuk menjustifikasikan perbuatan itu dari segi hukum syara’ kerana segalanya jelas. Mengambil manfaat dari usaha orang lain itu adalah kebatilan yang dicegah Islam di dalam konteks muamalah kita sesama manusia.
“Barangsiapa yang tidak berlaku jujur (meniru) maka bukanlah (dia itu) dari kalangan kami” [Hadith riwayat Al-Bukhari]
Tetapi apa yang ana mahu, adalah untuk mengingatkan para pelajar supaya menyimpan maruah dan harga diri mereka.
Save your dignity!
Orang yang biasa meniru di dalam peperiksaan ini rendah harga dirinya. Dan kerendahan harga dirinya itu bakal memberikan implikasi yang pedih di masa hadapan.
Sejauh mana orang ISLAM masa kini akan dihormati sekiranya perkara2 yang mampu menganggu goyahkan iman dalam diri masih lagi tidak dapat dielakkan....sampai bila ISLAM mahu dijadikan teladan, jika hanya khabar buruk masih lagi menghantui...sampai bila genarasi SALEHUDDIN al-Ayubi ketinggalan zaman, jika sekadar berdiri di atas tali yang bila2 akan putus simpulannya...sama2lah kia fikirkan...wallahuallam...
sakura putih
9.12am
31Mei09
...EXAM FINAL SEM3....

salam peperiksaan buat seluruh pelajar2 IPGM khususnya..
harap anda semua tidak menghadapi tekanan...
anggaplah exam itu sebagai aras untuk mengetahui sejauh mana kefahaman kita...
kita suka menghadapi exam...
so, xdelah stress sgt...
ana nie time exam boleh lg duk tulis blog..he3
yealah best student...(puji diri sendiri-utk naikkan semangat)
4 flat lagis kali..
tp amat musykil la klu student IPGM dpt 4falat coz cara pemarkahan penilai termasuk projek KKBI...xkan markah KKBI dapat full-mark...
klu sesapa yang dapat ana ucapkan tahniah...
ana ada 2minggu di medan peperiksaan..
nie jadual exam ana selaku pelajar IPGM KPM
no giliran: 2008141340082
pusat peperiksaan : IPGM KPM
unit : PISMP SCIENCE
major : SCIENCE
sem : 3
190509-Pengurusan BIlik Darjah & Tingkahlaku
210509-Physics In Context
220509-Hubungan Etnik
250509-Thinking&Working Scientifically
260509-Anatomi&Fisiologi
270509-English
Menjadi tanggungjawab setiap pelajar untuk belajar sepanjang masa, sekiranya ingin mendapatkan kejayaan. Kebolehan sepanjang persekolahan diuji di dalam peperiksaan. Oleh itu, hadapilah peperiksaan dengan persediaan yang rapi supaya kejayaan yang diraih dapat mengukur usaha anda selama ini.
JENIS-JENIS PERSEDIAAN
1. Persediaan Akademik
2. Persediaan Mental
3. Memulakan Peperiksaan
4. Menjawab Soalan
PERSEDIAAN AKADEMIK
Persediaan Akademik terbahagi kepada 3 peringkat yang penting iaitu :
Persediaan Peringkat Awal
Iaitut persediaan disepanjang waktu persekolahan. Ini termasuklah tumpuan semasa di dalam kelas, melengkapkan nota-nota, membaca semua mata pelajaran dan membuat nota. Fahamkan apa yang dipelajari dan rujuk kepada guru jika ada masalah.
Persediaan Peringkat Pertengahan
Iaitu kira-kira 2 bulan sebelum peperiksaan. Elok sekiranya pelajar membaca balik semua nota ringkas dan cuba ringkaskan nota kepada fakta-fakta yang penting sahaja. Buatlah kata-kata kunci untuk setiap nota. Untuk memastikan pelajar mengingati apa yang telah dipelajari, tuliskan kembali apa yang diingati. Pastikan pelajar faham setiap mata pelajaran. Untuk menguatkan ingatan, cuba berbincang dengan kawan-kawan. Buat latihan untuk soalan-soalan lepas bagi membiasakan diri dengan format soalan peperiksaan.
Persediaan Akhir
Iaitu seminggu sebelum peperiksaan. Baca kembali semua nota ringkas. Pastikan anda mengingati semua mata pelajaran peperiksaan. Nota ringkas seharusnya mengandungi kata-kata kunci sahaja. Semak nota sekerap yang boleh sehingga anada dapat menulis kembali isi sesuatu mata pelajaran dengan lengkap.
PERSEDIAAN MENTAL
Malam Peperiksaan
Pastikan anda tidur secukupnya untuk memberi kesegaran pada esoknya.
Kumpulkan keperluan teknikal untuk peperiksaan seperti pen, pensel, pemadam, pembaris, kad pengenalan dan lain-lain. Letakkan ditempat yang senang diambil dan mudah diingati.
Kuatkan azam dan tekad untuk BERJAYA.
Pagi Sebelum Peperiksaan
Jangan lupa ambil sarapan pagi
Datang awal ke tempat peperiksaan iaitu sekurang-kurangnya 15 minit sebelum peperiksaan. Ini bertujuan memberi ketenangan kepada anda.
Sebaik-baiknya jangan berbincang lagi tentang pelajaran dengan rakan-rakan sebelum masuk ke dewan peperiksaan. Perbincangan seperti ini boleh merungsingkan fikiran anda.
Berdoalah agar anda tenang menghadapi peperiksaan dan mendapat kejayaan yang cemerlang.
Masuklah ke dewan peperiksaan dengan disiplin dan keyakinan.
Pastikan tempat duduk anda selesa. Duduk dan tenangkan fikiran anda.
MEMULAKAN PEPERIKSAAN
Dengar arahan pengawas peperiksaan.
Pastikan kertas soalan anda itu lengkap.
Lihat semua soalan.
Tandakan semua soalan yang hendak dijawab (untuk soalan esei).
Tuliskan isi-isi soalan yang hendak dijawab supaya tidak lupa.
Mulakan soalan esei dengan membuat rangka kasar terlebih dahulu.
MENJAWAB SOALAN
Soalan Objektif
Bahagikan masa untuk setiap soalan. Contohnya Bahasa Melayu Kerta 1 (bilangan soalan ialah 60, masa diperuktukan 1 jam 30 minit). Oleh itu masa menjawab 1 soalan ialah 1 minit 30 saat.
Baca soalan dengan teliti. Kesankan perkataan BENAR, TIDAK BENAR, MELAINKAN, KECUALI dan sebagainya.
Lihat semua pilihan jawapan. Tandakan (x) untuk jawapan yang anda pasti salah. Jawapan yang tinggal adalah jawapannya.
Pastikan jawapan ditanda pada petak yang betul.
Jawab soalan yang mudah dahulu. Tandakan soalan yang belum dijawab. Setelah siap, kembali semula kepada soalan susah yang ditinggalkan. Jika masih tidak boleh, tandakan jawapan yang anda rasa yakin.
Jika ingin mengubah jawapan, padamkan dengan bersih dan tandakan jawapan baru dengan elok. Jangan menanda dua jawapan pada satu soalan.
Soalan Esei
Pilih soalan yang paling banyak isi
Kenalpasti bentuk soalan seperti :
BENTUK SOALAN PENERANGAN
Huraikan penerangan terperinci dan jelas
Bincangkan kemukakan kebaikan dan keburukan serta kesan-kesan
Ertikan maksud yang jelas tentang sesuatu istilah
Namakan tulis nama-nama tertentu atau label
Bandingkan faktor yang sama dan tidak sama
Bezakan faktor yang tidak sama
Jelaskan terangkan supaya mudah difahami
Definisikan takrif tentang istilah/frasa dan bagaimana keistimewaan dapat diaplikasikan
Kritik penilaian dan pendapat tentang kebaikan sesuatu fakta atau teori dan bincangkan dengan bukti-bukti sendiri
Analisiskan idea utama, pertalian dan anggapan serta kepentingan
Ilustrasi rajah atau carta untuk menerangkan sesuatu
Mulai menjawab dengan tenang
Jawab semua soalan yang ditetapkan.
Panjang jawapan adalah berdasarkan isi dan masa yang ditetapkan. Jawapan tidak dinilaikan berdasarkan panjang atau pendek esei tersebut tetapi isi dan hujah yang bernas.
Jawab soalan mengikut masa yang ditetapkan. Setiap soalan mestilah seimbang.
Selalu merujuk kepada soalan ketika menjawab supaya jawapan anda tidak menyimpang dari tajuk.
Setelah selesai menjawab, luangkan sedikit masa untuk menyemak. Pastikan nombor soalan yang ditulis adalah betul. Semak ejaan, ayat dan maklumat lain yang tidak jelas.
Tulisan mestilah jelas, kemas dan mudah dibaca.
Tulisan yang jelas membantu menaikkan 'impression' markah.
Persediaan yang rapi serta ketenangan fikiran amat penting di dalam menghadapi peperiksaan. Jadikanlah pepriksaan sebagai kayu ukur di atas persediaan yang anda buat selama ini dan bukanlah sesuatu yang menyiksa dan membebankan. Bertawakkalah kepada Allah, InsyaAllah anda pasti berjaya.
Ana harapkan tahun nie...ada peningkatan pencapaian ana..insyaALLAH...
dengan kekuatan yang ada ana redha&tawakkal kepada ALLAH atas apa ketentuannya...AMEEN...
sakura putih,
230509
10.49pm
....GURU PEMBINA NEGARA BANGSA....

salam...
pe kabar???
lama xdgr citer ek...
maaf la sibuk skit...
nie pun xtau mcmana blh nak pi menulis blog...
kengkawan suma sibuk study...he3...
ada lagi 2paper...
tapi apa2 pun kita citer2 la skit ttg tema hari guru tahun nie...
sbelum 2 ana nak wish"SELAMAT HARI GURU"
semoga panjang umur&dmurahkan rezki pada
semua guru2 yg pernah ajar ana:
Tadika Kemas Batang Merbau, Tanah Merah, Kelantan
SK Batang Merbau, Tanah Merah, Kelantan
SK Undang Johol, Johol, Negeri Sembilan
SMK Tampin, Tampin, Negeri Sembilan
SMKA Sheikh Hj Mohd Said, Seremban, Negeri Sembilan
International Islamic Univercity (Matriculation Centre-PJ)
Institut Pendidikan Guru Malaysia, Kampus Perempuan Melayu, Melaka
Suma yang pernah memberi ilmu dan mengajar ana erti kehidupan....
terima kasih cikgu...
sekarang nie ana pula membawa title yang cukup berat amanahnya...
segalanay ketentuan ALLAH, rezeki ana di profesion keguruan adanya...
ok, salah 1 daripada paper exam yang ana ambik ialah paper hubungan etnik...
salah 1 daripada babnya ialah konsep negara bangsa...
bertepatan dgn tema hari guru 2009 "GURU PEMBINA NEGARA BANGSA"
cukup berat tanggungjawab yang dianugerahkan nie...
jika kita lihat semula definisi neraga bangsa itu sendiri membawa erti yang cukup mendalam...
NEGARA bermaksud...
Kehidupan dalam sesebuah wilayah bersempadan
& diperintah oleh satu badan politik
dengan mempunyai perlembagaan &
undang-undang tersendiri
BANGSA bermaksud...
Satu komuniti orang ramai (komuniti politik) yang terbentuk dalam sejarah, dipertautkan melalui perkongsian wilayah bersama, ekonomi bersama, serta mempunyai unsur-unsur subjektif bersama… yang merangkumi bahasa, budaya, sastera dan nama bersama yang dikongsi bersama
Abdul Rahman Embong, 2001
NEGARA BANGSA
Pembentukan berasaskan kepada proses penyatuan bangsa serta diperkuatkan lagi dengan persempadanan wilayah tertentu sebagai identiti. Lahir pada zaman moden di mana penduduknya daripada pelbagai etnik.
Menitikberatkan peranan guru dalam pembinaan kebangsaan (termasuk perpaduan dan integrasi), pembangunan negara dan perkhidmatan kepada masyarakat.
Menarik perhatian ibubapa, murid dan orang ramai kepada peranan penting kaum guru dalam masyarakat Malaysia.
Memupuk perasaan perpaduan ikhtisas dan muhibah di antara guru.
Meninggikan martabat dan taraf guru dalam masyarakat.
Memberi peluang untuk memajukan kecekapan guru melalui seminar-seminar, persidangan-persidangan, dan sebagainya yang diadakan pada Hari Guru.
Menilai secara objektif peranan guru dengan berlatarbelakangkan Malaysia dan mengambil langkah-langkah supaya peranan itu lebih berkesan.
Tarikh 16 Mei dipilih sebagai Hari Guru kerana pada haribulan yang sama dalam tahun 1956 Majlis Undang-Undang Persekutuan Tanah Melayu (Federal Legislative Council) telah menerima cadangan-cadangan Laporan Jawatankuasa Pelajaran (Report of the Education Committee) sebagai dasar pelajaran bagi negara kita.
Dokumen tersebut yang dikenali sebagi Laporan Razak (Razak Report) telah menjadi Dasar Pelajaran Kebangsaan semenjak itu.
LOGO HARI GURU
Putih : Menunjukkan kesucian, kesabaran, kesempurnaan dan keamanan.
Perak : Menunjukkan rakyat berbilang bangsa bersatu padu dan teguh.
Kuning: Sinaran cahaya yang cemerlang pada masa hadapan.
Bulan dan bintang membawa erti yang terkandung dalam bendera Malaysia.
Merah : Menunjukkan keteguhan semangat.
Biru : Menunjukkan perpaduan muhibah.
GURU PEMBINA NEGARA BANGSA
Bersedia melangkah megah
Walaupun sukar baktiku curah
Demi mu ibu pertiwi
Sumpah ku lafaz janji kukota
Berikrar eratkan bangsa
Kukuhkan cinta kepada Negara
Berjasa terus berjasa
Menyebarkan ilmu tiada batasnya
Guru Pembina Negara Bangsa
Gagah perjuangkan visi Negara
Bangunkan jiwa yang pelbagai rupa
Demi agama dan nusa tercinta
Guru Pembina Negara Bangsa
Tetap Unggul senadakan suara
Sehaluan menggapai matlamatnya
Cemerlang dan gemilangkan Malaysia
Pencipta Lagu : Khairulrizam bin Khalid
Pencipta Lirik : Ili Nurbahirah bt Baharudin
Pengubah Muzik : Marzuki bin Tambi
Tema ini dipilih berdasarkan peranan guru sebagai pendidik terbukti telah memainkan peranan utama dalam memperjuangkan dan mengekalkan kemerdekaan serta kedaulatan negara melalui sistem pendidikan dan seterusnya membangunkan negara sehingga dikagumi oleh dunia luar. Guru menjadi harapan bagi memastikan pembentukan jati diri pelajar yang kukuh, berdaya saing, berkeyakinan tinggi dan berpegang teguh kepada agama dan nilai sejagat . Pelajar-pelajar akan menjadi warganegara yang berfikiran global dengan tidak mengesampingkan ciri-ciri tempatan justeru mampu bersaing dengan kepesatan dan 'kesesakan' dunia luar. Kecekapan dan keberkesanan peranan guru menerusi sistem pendidikan mampu membina negara bangsa yang berjaya. Tema ini bermatlamatkan hasrat untuk memperkasakan peranan guru dalam mewujudkan pembangunan dan modal insan.
Guru-guru perlu memandang ke hadapan berbekalkan visi dan misi yang jelas demi kebahagiaan generasi akan datang di negara yang berdaulat ini. Negara bangsa yang unggul mampu menghasilkan satu ketamadunan yang memiliki masyarakat yang berdisiplin, berhemah tinggi, berilmu, beriman serta berakhlak mulia. Usaha untuk mencapai pembentukan tamadun yang tinggi peradabannya ini, memerlukan kesegaran dan pembugaran budaya berfikir. Budaya ini terarah untuk mewujudkan rakyat yang bertanggungjawab serta kukuh akidah mereka. Pentradisian budaya berfikir merupakan anak kunci bagi kemajuan dan keunggulan sesebuah negara.
Kecemerlangan akademik belum bermakna kecemerlangan kehidupan. Semata-mata berpaksikan kecerdasan otak, kemahiran teknologi belum dapat melindungi manusia daripada sifat-sifat kejahilan, kebebalan dan kehaiwanan. Guru bertanggungjawab memastikan bahawa ilmu yang memuncak tanpa iman dan hidayah llahi boleh mendorong manusia menjadi makhluk pintar tetapi perosak dan berbahaya. lnsan yang berkemahiran dan berakhlak mulia adalah insan yang diharapkan mampu memanfaatkan ciptaan Allah untuk kepentingan manusia sejagat. Pada hakikatnya kecemerlangan sahsiah manusia adalah berasaskan kepada kesepaduan ilmu, amal dan iman.
Guru-guru mempunyai peranan yang utama lagi mulia dalam memindahkan dan mentransformasikan ilmu yang baik, meninggikan adab, serta sikap murni yang diredhai Allah, memberi petunjuk ke arah jalan yang benar dan sebagai pemudahcara proses pembelajaran. Sejauh manakah teras ini mampu diperkukuh dan disepadukan demi pembinaan negara bangsa?
Selagi masih ada bakal2 guru @ guru2 yang telah diiktiraf sebagai guru merungut, mengeluh dan mempertikaikan apa yang berlaku adakah pengiktirafan guru sebagai pembina negara bangsa itu bertepatan????selagi sterotaip yang menyatakan kerja guru hanya sehingga 1.30pm berkelangsungan....adakah objektif sebenar guru sebagai pembina negara bangsa itu mapan???selagi masih ada guru mempertikaikan gaji dan usaha yang dijalankan...adakah ilmu yang diberikan itu halal???selagi mana kita sebagai guru-guru tidak melakukan langkah awal untuk perubahan....mana perginya negara bangsa yang ingin ditegakkan...
sama-sama kita gerakan 1 transformasi yang berkesan untuk mencapai erti kata sebenar negara bangsa....
salam perpaduan,
sakura putih
230509
10.11am
al-fatihah buat ibu

salam....
sahabat apa khabar??
skrg nie ana agak sbuk dgn aktiviti di institut,,
tambahan pula,skrg minggu ulangkaji..."study week"...
entah bile la nak habis....sampai tertido2 study..klu xdpt 3.5 above xtau la nak kata pe...he3
hari nie ana nak crita berkenaan dgn "Hari IBU"...walaupun agak terlambat tp hati ana nie meronta2 ingin meluahkan apa yg tersirat...
ana time nie kat library..bru hbis khatamkan buku "hubungan etnik"...he3...
mengantuk..jd nie lah langkah terbaik utk buka biji mata ana nie..
sahabt sekalian...
tidak akan hadir kita di dunia ini tanpa seorg ibu dan ayah melainkan nabi ISA a.s yg sememangnya kita tahu itu adalah salah 1 bukti kekuasaan ALLAH s.w.t
ana sudah tidak dapat lagi merasai kasih-sayang dan belaian seorg ibu...230207,arwah ibu ana meninggalkan suaminya dan 5 org zuriat yg diiharapkan mmpu utk memberi kebahagian kpd kehidupannya di alam barzakh sana...ana mmg terasa kehilangannya..tiada siapa yg mampu utk mengantikannya...atas alasan penyakit "paru2 berair"...semuanya tinggal kenangan...memori mengerjakan umrah bersama..bercerita keadaan di asrama...berkongsi pencuci muka...kdg menerbitkan kerinduan yg mmbara..ana pulang ke rmh tp tiada senyuman@sapaan syg dari ibu..meruntun hati ana bila melihat adik2 ana yg masih dahagakan kasih-syg seorg ibu yg bernama "Ramlah bt Zakaria"...setiap kali ana balik mesti ziarah kubur arwah...xboleh ana nk gambarkan bagaimana rasanya ketiadaan seorg ibu...
Sebagaimana yang diketahui, kedudukan ibu begitu tinggi nilai serta martabatnya pada pandangan Allah. Sepertimana kalam Allah yang terpateri di dalam Al-Qur’an yang berbunyi :“Dan TuhanMu telah perintahkan supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa.”(surah al-Isra’ : ayat 23). Begitu tinggi sanjungan dan istimewanya penghormatan Islam terhadap martabat dan kedudukan ibu. Tanpa ibu, siapalah kita. Semua makhluk mempunyai ibu. Tiada satu makhluk pun yang tidak mempunyai ibu hatta tumbuhan yang membiak melalui pertunasan pun membiak melalui induknya. Siapa induk itu? Induk itulah ibu. Kita pernah mendengar anak yang dilahirkan ke dunia ini tanpa ayah, sebagaimana kisah Nabi Allah, Nabi Isa a.s tetapi kita tidak pernah mendengar anak yang dilahirkan tanpa ibu. Maha Suci Allah. Muliakanlah ibu-ibu kami.Tanpa ibu, kehidupan kita langsung tidak mempunyai apa-apa.
Semasa mengandung, ibulah adalah insan kuat yang menanggung segala jenis penderitaan selama sembilan bulan demi kelangsungan hidup zuriat yang dikasihinya.Walaupun si ibu ini tahu betapa peritnya cabaran yang akan ditempuhinya, namun demi anak-anak tercinta semua itu ibarat paku-paku kecil atas sebatang jalan dan si ibu perlu mengutip setiap paku dan dalam proses pengutipan paku tersebut, kemungkinan besar si ibu terluka dan tercedera, namun demi untuk mencapai impiannya melihat anaknya hidup selesa dan selamat, si ibu sanggup mengorbankan seluruh hidupnya hatta nyawanya demi anak-anak. Nah, si anak! Apa yang pernah dilakukan oleh kita bagi membayar setiap detik kesengsaraan yang dilalui oleh ibu kita. Tidak ada satu pun harta serta barangan yang paling bernilai harganya di dunia ini boleh membayar setiap jerih perit si ibu. Sepertimana yang dinukilkan di dalam Al-Qur’an, “Dan kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya. Ibunya yang mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun. (Dengan demikian) bersyukurlah kepadaKU dan kedua ibubapamu. Hanya kepada-KU tempat kembalimu.”(surah Luqman ayat,14)Maksud ayat berkenaan ialah memang wajib ke atas kita sebagai anak untuk menghargai pengorbanan ibu yang sangat besar nilainya hingga tidak terdaya bagi kita untuk membayar balik atau membalas kembali segala-galanya yang ibu korbankan untuk kita. Kesihatannya, keselamatannya, masanya, hartanya malah seluruh dirinya dan hidupnya untuk anak tercinta.
Persoalannya kini, bagaimana pula pengorbanan anaknya untuk menghargai dan membalas balik jasa serta pengorbanan ibu yang tidak terhitung ini. Inilah persoalan yang wajib perlu direnung setiap anak apakah mereka sudah menunaikan kewajipan terhadap ibunya.Dewasa ini, banyak kes yang kedengaran yang membuktikan ramai generasi muda hari ini semakin mengabaikan tanggungjawab dan penghormatan terhadap ibubapa mereka. Contohnya di Jepun, antara salah satu syarat utama kenaikan pangkat atau gaji dikalangan kakitangan kerajaan adalah dinilai bagaimana mereka menjaga kebajikan kedua ibubapa mereka di kala usia senja mereka.Melihat situasi ini, jelaslah kepada kita bahawa kejatuhan nilai murni dikalangan generasi muda semakin meruncing dan membimbangkan bukan sahaja di negara kita Malaysia malah seluruh dunia amnya.
Generasi Muda tidak seharusnya melayani ibubapa mereka sebegitu. Adakah patut kita membalas jasa ibubapa yang melayan kita sejak kecil lagi ibarat menatang minyak yang penuh selama beberapa tahun, bersengkang mata sepanjang malam demi menjaga anak tersayang ketika sakit. Seluruh masa rehatnya dikorbankan untuk anak-anaknya.Tapi kita sebagai anak, membuktikan kasih sayang kita kepada ibu dengan memukul ibu, menghantar ibu ke pusat jagaan dan rumah orang tua, menghina serta mengherdik ibu di kala ibu dalam keadaan lemah dan tidak berupaya seperti masa dulu.Itukah yang patut dilakukan oleh seorang manusia yang bergelar anak? Adakah relevan pada pandangan insani, perbuatan yang baik dibalas dengan perbuatan buruk, madu diberi tuba dibalas, nikmat dikurnia, azab dirasa.Perlu diinsafi, kedudukan ibu sebagai insan yang tinggi kedudukan dan martabatnya sehingga Rasulullah SAW pernah menegaskan bahawa syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Ini bermakna seseorang anak tidak akan dapat merasai nikmat syurga melainkan dengan keredhaan ibu. Sabda Rasulullah SAW yang lain berbunyi “ Keredhaan Allah itu terletak pada keredhaan kedua ibubapa kita”.
Demikian itu, jelaslah bagi kita, selama mana kita tidak diredhai oleh ibubapa selama itu juga, kita hidup dalam kemurkaan dan kederhakaan kita terhadap Maha Pencipta sepertimana kisah Alqamah pada zaman Rasulullah, kisah si Tanggang dan Malin kundang di Nusantara.Bukan harta benda bertimbun-timbun serta segunung emas yang si ibu itu mahukan agar jasa dan baktinya dikenang serta dibalas.Tapi, cukuplah bagi mereka sedikit perhatian dan belaian kasih daripada anak kesayangan mereka di saat usia senja mereka. Saat ini perlakuan orang tua akan kembali ke alam kanak-kanak, di mana mereka amat memerlukan perhatian dan belaian kasih sayang sepertimana anak-anak kecil perlukan.
Perlakuan mereka, si ibubapa ini kadang-kadang membuatkan anak-anak yang sudah mengenali dunia ini terasa terbeban dan merasakan ibu ini menyusahkan mereka lalu mulalah timbul perasaan marah dan benci kepada ibu.Sedarkah kamu, anak-anak, siapa yang disampingmu ketika dirimu terasa disakiti, dicaci, dihina. Siapakah yang bersusah payah bangun di awal pagi menyediakan sarapan serta kelengkapan sekolah kamu dahulu? Siapa yang mengadaikan barangan kemas untuk dibuat biayaan kamu di institusi pengajian tinggi? Siapakah yang bersusah payah mencari duit untuk menampung perbelanjaan kahwinmu? Adakah insan itu sahabat karibmu di sekolah? Adakah insan itu kekasihmu yang baru beberapa bulan dan tahun kau bermadu kasih? Insan mulia ini tidak lain ialah ibu kamu.Siapakah ibu di hatimu anak-anak? Adakah insan ini yang hanya menyusahkan dan memalukan kamu di saat dirimu cemerlang, berjasa dan dikenali orang? Inikah tempat letaknya kedudukan ibu di hatimu anak-anak? Inikah nilai ibumu di hatimu anak-anak?Adakah pada hari ibu sahaja, kita patut menzahirkan perasaan kasih sayang terhadap si ibu? Adakah pada hari ibu sahaja untuk kita mencium, memeluk mesra dan mengucapkan ucapan keramat “Terima kasih,ibu”.
Perlu kita muhasabah diri, bilakah kali terakhir kita menanyakan khabar berita dari ibu, bilakah kali terakhir kita mencium, memeluk mesra dan meminta maaf dari ibu? Tapi untuk insan lain, kita rela berkorban masa dan harta demi menjaga hati dan perasaan mereka. Tapi untuk ibu kita yang mengorbankan seluruh hidupnya untuk melihat kita selamat dunia dan akhirat, apa yang pernah kita lakukan untuk gembirakan hati si ibu ini.
Koreksilah dirimu anak-anak.“Di saat kau lena, dia berjaga...kau bersenang, dia bekerja...untukmu tiada terbatas...memberi, tidak mahu dibalas...ingin dibinanya untukmu kehidupan yang sempurna...punyai kekuatan jiwa...punyai maruah...leterannya dari rasa luhur...menegur sebelum terlanjur...itulah yang diwarisi...pesan ibu terpahat di hati...beringat-ingatlah...berpesan-pesan untuk kebaikan...marah bukan kebencian...tapi, tanda SAYANG...engkau semakin dewasa...berjiwa merdeka...Sedang dia semakin tua...membilang usia...di saat kau berjaya...dia tiada berdaya...semoga kau tak lupa...jasa bonda...
ana harapkan sahabt2 ana yg msih mempunyai ibu..teruskan kasih-syg antunna semua..jgn dilupakan kasih ibu...hargailah selagi antunna mampu bersama mereka..raikan kehadiran ayah dan ibu antunna...buat yg senasib dgn ana anggaplah ketiadaan ibu sbagai tanda pelengkap kehidupa...setiap yg hdup pasti akan mati..dan ingat, doa anak yg soleh mampu memberikan kedamaikan kepada roh arwah di sana..itulah pertalian kasih-sayang kita kepadanya...
AL-FATIHAH buat ibu,mak,mama,ummi,
ARWAHYARHAMAH RAMLAH BT ZAKARIA
salam kerinduan,
sakura putih
120509
443pm
...USRATI...
...MAN ANA...
...PETI SURAT...
...MASA...
...TAWARIKH...
...MUTIARA KATA...
...AHLAN WASAHLAN...
...KOREKSI DIRI...
...INTERAKSI MAYA...
...INTELLECTUAL CALIPH...
...LAMAN INFORMASI...
...SMKA SHAMS,N9...
-
Student Mummy9 years ago
...INTRA IPGKPM...
-
`madam`11 years ago
...PRODUK IPGM...
-
Penyesalan8 years ago
-
assalamualaik zainal anbiya- lirik qasidah11 years ago
-
2014 : 22 days before ramadhan..12 years ago
-
Jiddiyah si Pemuda Rabbani12 years ago
-
Adakah Lagi Pengampunan12 years ago
-
-
mac 201313 years ago
-
Meting Sekolah 27-12-1213 years ago
-
Kembali Menemui Rab...13 years ago
-
Bahaya Khurafat sepanjang Euro 201214 years ago
-
Gerhana Bulan : Bukti Kebesaran Allah14 years ago
-
Kan ku Cuba...14 years ago
-
Dahsyatnya Tenaga DOA14 years ago
-
Aktivis Muslimah Harapan Rasulullah15 years ago
-
-
-
-
...BICARA MAYA...
Powered by Blogger.

