.::I'M ONLY SERVANT OF ALLAH::.

"Di perhentian terakhir itulah manusia akan hidup berkekalan sama ada dengan limpahan NIKMAT selama-lamanya atau menghadapi AZAB, juga selama-lamanya. Sebelum tiba di titik pengakhiran itu, manusia akan terus mengembara..."

...JALINAN UKHUWAH...

...MELAKAR PELANGI...

Daisypath Anniversary tickers

...KEEP IN MEMORY...

Daisypath Happy Birthday tickers

PERMATA HATI UMMI ABI

Lilypie Second Birthday tickers

...pameran SAINS buka minda pelajar...


salam...
minggu lepas baru jea berlangsung program pameran sains dibawah jabatan SAINS yg dikelolakan oleh pelajar PISMP SC SEM5, PISMP SC SEM3 dgn PPISMP SC SEM2...selama dua hari iaitu bermula 28-29 april 09...bertemakan "exploring science" banyak perkara yg ana belajar..ana AJAK utk biro peralatan&teknik..kiranya klu xdelah biro perlatan nie..xbejalan program nie...he3 Penting jg lah..mana nk cari panel board, mana nak cari tiang batu...macam2...yg paling ana hargai sgt2...ana jd MC utk majlis perasmian oleh YB Dato' Yaakub b Md. Amin, EXCO penidikan negeri melaka...puas jg malam 2 ana belatih dgn KJ SAINS...yealah...buah cempedak diluar pagar, ambik galah tlg jolokkan,sy bdk baru belajar,klu salah tolong tunjukkan...he3 Mmg itulah pengalamn yg xblh lupa..byk yg ana blajar..skrg nie dah boleh buat cue utk majlis..bestny..1peluang yg sgt bguna...insyaALLAH apa yg dipelajari dapat diaplikasikan pada masa akan dtg...
sains mmg xdapt nk dipisahkan...
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berjalan dengan demikian cepat. Sementara itu, pemahaman yang terkait dengan pengembangan teknologi yang mendasarkan pada keimanan berjalan lebih lambat. Para ilmuwan berargumentasi bahwa semua penelitian dilakukan dengan langkah yang dapat dipertanggungjawabkan, sebaliknya para agamawan lebih sibuk membicarakan persoalan akhirat dan pesan-pesan moral. Tidak heran jika selalu terjadi benturan antara ilmu pengetahuan dan agama.

Kaum agamawan memerlukan etika dalam arti, memakai akal budi dan daya pikirnya untuk memecahkan masalah bagaimana harus hidup kalau ia mau menjadi baik. Orang beragama diharapkan menggunakan anugerah Sang Pencipta, yaitu akal budi. Jangan sampai akal budi dikesampingkan dari agama. Oleh karena itu kaum agamawan yang diharapkan betul-betul memakai rasio dan memahami ilmu pengetahuan serta kemajuan teknologi.

Pada sisi lainnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidaklah dapat menjawab semua hal. Memang sains tidak dimaksudkan seperti itu. Hal yang membuat sains begitu berharga adalah karena sains membuat kita belajar tentang diri kita sendiri (Leksono. 2001). Oleh karenanya diperlukan kearifan dan kerendahan hati untuk dapat memahami dan melakukan interpretasi maupun implementasi teknologi dan ilmu pengetahuan manusia. Albert Einstein berkata dalam salah satu pidatonya bahwa ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan buta. Pergulatan Einstein dengan sains membawanya menemukan Tuhan. (Rakhmat. 2003).

Perkembangan sains dan ilmu pengetahuan manusia diilhami dari tumbuhnya sikap pencerahan rasional manusia sebagai masyarakat modern, dan dikenal sebagai sikap rasionalime. Dengan pandangan rasionalisme, semua tuntunan haruslah dapat dipertanggungjawabkan secara argumentatif (Suseno. 1992).

Ciri paling utama dalam rasionalisme adalah kepercayaan pada akal budi manusia. Segala sesuatu harus dapat dimengerti secara rasional. Sebuah pernyataan hanya boleh diterima sebagai sebuah kebenaran apabila dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Dalam sisi lainnya, tradisi, berbagai bentuk wewenang tradisional, dan dogma, adalah sesuatu yang tidak rasional bagi masayarakat modern.

Perkembangan selama ini menunjukkan bahwa sains didominasi oleh aliran positivisme, yaitu sebuah aliran yang sangat mengedepankan metode ilmiah dengan menempatkan asumsi-asumsi metafisis, aksiologis dan epistemologis. Menurut aliran ini, sains mempunyai reputasi tinggi untuk menentukan kebenaran, sains merupakan ‘dewa’ dalam beragam tindakan sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain. Menurut sains, kebenaran adalah sesuatu yang empiris, logis, konsisten, dan dapat diverifikasi. Sains menempatkan kebenaran pada sesuatu yang bisa terjangkau oleh indra manusia.

Sedangkan agama menempatkan kebenaran tidak hanya meliputi hal-hal yang terjangkau oleh indra tetapi juga yang bersifat non indrawi. Sesuatu yang datangnya dari Tuhan harus diterima dengan keyakinan, kebenaran di sini akan menjadi rujukan bagi kebenaran-kebenaran yang lain..

kepentingan ilmu adalah perkara yg nyata..tetapi rujukan yg telah ditinggal sejak zaman berzaman iaitu AL-QURAN n AS-SSUNNAH perlu jd pegangan....hakikatnya akal manusia tidak mampu menandingi ilmu ALLAH s.w.t...jgn dirasakan diri ini hebat klu xmampu utk merubah pensel yg patah...

sakura putih,
11.27am
050509

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails