.::I'M ONLY SERVANT OF ALLAH::.

"Di perhentian terakhir itulah manusia akan hidup berkekalan sama ada dengan limpahan NIKMAT selama-lamanya atau menghadapi AZAB, juga selama-lamanya. Sebelum tiba di titik pengakhiran itu, manusia akan terus mengembara..."

...JALINAN UKHUWAH...

...MELAKAR PELANGI...

Daisypath Anniversary tickers

...KEEP IN MEMORY...

Daisypath Happy Birthday tickers

PERMATA HATI UMMI ABI

Lilypie Second Birthday tickers

...satukan hati-hati ini...



Kehidupan adalah anugerah utama Illahi. Anugerah kehidupan memberi gambaran kebesaranNya buat kita manusia, yang wajib kita syukuri dan hargai. Dalam era globalisasi saat ini, dimana dunia terasa semakin mengecil ibarat hanya sebuah kota kecil (apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat dengan mudah dan dalam waktu yang cukup cepat dapat kita akses), ada kecenderungan nilai-nilai ukhuwah islamiyah sebagai pelekat persaudaraan semakin memudar.

Bahkan upaya pengembangan persaudaraan muslim, hanya dalam batas kelompok-kelompok kecil saja, yang pada akhirnya terperosok ke dalam lingkup sektarianisme ekslusif yang dapat merugikan masa depan pengembangan ukhuwah islamiyah. Padahal secara makro, ukhuwah, persaudaraan Islam tidak dibatasi oleh sekat-sekat kelompok dan wilayah, negara, melainkan bersifat universal.

Inilah tentangan yang berada di hadapan umat Islam, bagaimana menciptakan dan membudayakan prinsip ukhuwah islamiyah ini agar membumi untuk mengantisipasi berkembangnya ukhuwah jahiliyah yang bertentangan dengan fitrah manusia.

Ukhuwah bererti persaudaraan, dari akar kata yang mulanya berarti memperhatikan. Ukhuwah fillah atau persaudaraan sesama muslim adalah suatu model pergaulan antara manusia yang prinsipnya telah digariskan dalam al-Quran dan al-Hadits. Yaitu suatu wujud persaudaraan karana Allah.

Melalui rahmat-Nya-lah maka tumbuh rasa mahabbah (saling mencintai) antara sesama sehingga secara naluriah, manusia merasa saling memerlukan antara satu dengan lainnya, sehingga terwujudlah persaudaraan. Oleh itu, manusia selain sebagai makhluk individu ia juga adalah makhluk sosial.

Persaudaraan muslim sebagai masyarakat Islam sesungguhnya bersifat sebagai penyatuan kekuatan daulah Islam seperti unsur persamaan (egaliter), kemerdekaan, persatuan dan musyawarah. Ibarat suatu bangunan rumah kemerderkaan adalah pondasinya, sedangkan egaliter sebagai tiang penyangga utamanya dan persaudaraan muslim sebagai pelekat dan pengikat tiang utama sebagai tiang yang berfungsi sebagai penentu model bangunan rumah.

Sedangkan unsur persatuan adalah tembok dan dinding yang memperkokoh bangunan rumah, sedangkan musyawarah sebagai pintu dan jendela atau sebagai ventilasi yang mengatur keluar masuk udara. Dengan menyatunya unsur-unsur tersebut, akan membentuk suatu bangunan rumah yang utuh, kukuh dan ideal.

Itulah tamsil ukuwah islamiyah sebagaimana hadits Rasulullah Saw, “Seorang muslim dengan muslim lainnya, bagaikan bangunan yang saling mengikat dan menguatkan satu sama lainnya “.

Sejarah telah membuktikan bahwa wujud persaudaraan muslim, mampu membentuk suatu komuniti masyarakat yang kukuh dan bersatu pada suatu peradaban ummah yang terbaik. Sifat persaudaraan sebagai manifestasi ketaatan kepada Allah akan melahirkan sifat lemah lembut, kasih sayang, saling mencintai, tolong menolong.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Belum dikatakan beriman salah seorang diantara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri ” (HR. Bukhari).

Prinsip dan karakteristik persaudaraan muslim telah dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah Saw antara lain, semangat berbagai dengan saling mengutamakan dan memperhatikan sesama dan selalu siap sedia berkorban untuk meringankan beban saudaranya.

Ketika Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, seorang sahabat Anshar Sa’ad bin Rabi’ berkata kepada Abdurrahman bin’ Auf dari Muhajirin, “Saya adalah orang yang di Madinah ini, mulai saat ini saya akan membagi setengah kekayaan saya kepada anda “. Begitu luar biasa ukhuwah islamiyah yang dipraktikkan para sahabat.

Semangat berbagai inilah yang mulai longgar ditengah-tengah masyarakat. Utamanya di bidang ekonomi dan politik, yang dominan adalah semangat menguasai untuk diri dan kelompok sendiri.

Disamping aspek di atas, aspek ukhuwah islamiyah lainnya adalah tidak meminta-minta. Para sahabat Nabi dikenal sebagai orang yang afif, yaitu orang yang bersih dan menjauhkan diri dari sikap meminta-meminta, mengharapkan belas kasihan serta pertolongan orang lain. Sekalipun mereka dalam keadaan kekurangan, inilah wujud sikap.

Dalam al-Quran digambarkan sedemikian rupa harga diri orang-orang yang afif tersebut, sehingga tidak diketahui apakah dia orang kaya atau orang miskin “… orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya kerana memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak…” (QS. Al-Baqarah [2]: 273).

Adapun kendala utama berseminya ukhuwah islamiyah adalah sifat ananiyah (keakuan), yang mengukur hak dan bathil sesuai nafsu dan kepentingan sendiri.

* R I N D U *

Eni : Ina bangun..sahur
Fifi: Ina dah makan belum?
Sarah: Ina,adik-adik sihat x?
Meera: Semoga kita jumpa lagi
Zizah: Dah lama tak jumpa ina
P1 : terima kasih
P2 : moga istiqomah
P3 : fardhu muslim dijaga

Ya ALLAH...
sesungguhnya hati-hati ini bercita-cita membina ukhuwah yang sejati dan sempurna dengan sekalian makhlukNya..

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails