.::I'M ONLY SERVANT OF ALLAH::.

"Di perhentian terakhir itulah manusia akan hidup berkekalan sama ada dengan limpahan NIKMAT selama-lamanya atau menghadapi AZAB, juga selama-lamanya. Sebelum tiba di titik pengakhiran itu, manusia akan terus mengembara..."

...JALINAN UKHUWAH...

...MELAKAR PELANGI...

Daisypath Anniversary tickers

...KEEP IN MEMORY...

Daisypath Happy Birthday tickers

PERMATA HATI UMMI ABI

Lilypie Second Birthday tickers

...kematian, muhasabah terbaik...



Semalam...seorg sahabat seagama dgn ana meninggal dunia...berita yg mgejutkan...ana ke hospital sbgai seorg sahabat yg hanya mampu untuk menghadiahkan al-fatihah dan bacaan yassin sbgai bantuan...benarlah hadith menyatakan :


Ana mula berfikir.....

Kematian tidak memilih tua dan muda, kematian akan datang kepada kita semua cepat atau lambat, pasti dia menghampiri kita, memang manusia adalah mahluk yang berakal, dan memiliki kemampuan untuk merubah segala sesuatu yang ada di dunia, tapi untuk sebuah kematian manusia tak memiliki kuasa apapun untuk merubahnya, walaupun hanya menahan sedetik saja, tidak dengan akal, tidak dengan wang, juga tidak dengan kekuasaanya.

Memang sukar untuk kita untuk memahami sebuah kematian, tetapi kita sadar bahwa mereka itu ada, dan kita akrab dari satu kematian ke kematian lain dari saudara, sahabat, tetangga, kerabat atau siapa saja orang yang berada disekitar kita telah meninggal dunia, tidak ada teori yang dapat menjelaskan siapa yang akan meninggal terlebih dahulu, apakah orang tua akan mati dahulu di banding anak kecil, jawabannya tidak. Apakah orang yang sakit parah akan meninggal lebih cepat dari pada orang yang sihat, jawabanya pun tidak. apakah seorang ahli nujum mampu meramal kematian kita, jawabanya juga tidak.

Ketika nyawa dan jiwa telah tiada maka manusia hanya susuk jasad yang tidak bererti, tak layaknya manusia yang meninggal hanya mampu dikatakan sebagai bangkai, tidak manusia seutuhnya. Jasad memang tidak memiliki tenaga apabila jasad akan berhenti ketika nyawa telah tiada di badan. andai saja ada teori yang bisa menjelaskan semua tentang bagaimana cara kita mati, bagaimana kita mati,bagaimana rasanya mati, dan apa yang terjadi ketika kita mati. tapi sampai saat ini tidak ada logik dan pemikiran manusia yang dapat pasti menjawabnya.semua jawapan tersebut.

Kita sebagai manusia lebih sering menghindari berfikir tentang kematian, apa lagi saat ini dimana dunia terlalu kompleks dan melenakan bagi kita, kita begitu mengagungkan kehidupan, kita mengagungkan semua yang kita miliki di dunia, kekayaan, jabatan, Kecantikan/ketampanan, semua orang sering berfikir semua itu selamanya. kita selalu siap dengan hari esok, seakan esok pagi kita masih bernyawa, tapi siapa yang menjamin besok kita masih mampu melihat keindahan dunia, masih mampu minum teh di pagi hari, masih mampu menonton Television, masih mampu makan nasi, masih mampu bertemu keluarga. jawabanya tidak ada yang boleh menjamin nyawa kita bersatu dengan tubuh saat kita bangun esok hari.

Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian diri kita. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya, siapkah kita jika detik ini kita mati. atau kita masih berfikir kita tak akan pernah mati, seperti sebuah lagi aku ingin hidup 1000 tahun lagi, walau pun 1000 tahun lagi tetap ada batas dari kehidupan yang kita jalani.

Yang manusia tau adalah saat kematian tiba ketika kita menghembuskan nafas terakhir kita, lalu apa lagi? semua masih menjadi tanya yang tak pernah terjawab oleh manusia hingga kini, kerana tak ada orang yang telah mati memberi tahu bagaimana rasanya mati itu. ketika nafas terakhir di hembuskan maka manusia hanya menjadi bangkai, dan kemudian dikuburkan atau dibakar sesuai dengan kepercayaan yang kita anuti, setelah itu tak ada lagi kita, yang ada hanya nama yang terukir di batu nisan, dan jejak atau nama baik/buruk kita (tergantung bagaimana kita dikenang oleh masyarakat)

Kematian begitu dekat namun kita tak mengetahui bilakah datangnya. Dan perhitungan amal sangat teliti namun kita tak mengetahui tiba saatnya. Rambut beruban telah memberikan tanda peringatan akan kematian, maka bersiaplah menghadapinya. Kematian teman karib seseorang menandakan dekatnya kematian dirinya.Ingatlah kematian, beramallah untuk menghadapi masa sesudahnya yang pasti kita akan datang menemuinya dan menetap di sana. Jangan sampai dilalaikan dengan sesuatu yang kita sukai tapi akan kita tinggalkan. Jangan tertipu dengan mimpi-mimpi yang berlarutan lalu menjadi lalai dengan kedatangan ajal. Berapa banyak orang yang mengharapkan sesuatu tapi tidak pernah dia perolehi. Berapa banyak orang yang kita temui di waktu pagi, tetapi tak menemui waktu petangnya. Berapa banyak orang ketika datang ajalnya berangan untuk ditunda beberapa saat lagi agar dia dapat memperbaiki kesalahannya serta melakukan apa yang telah dia lupakan.

Maka dikatakan padanya : “Mustahil, apa yang kau harapkan telah berlalu, kami telah memperingatkanmu sebelumnya dan kami telah ancam kamu bahwa tidak ada waktu lagi untuk kembali”. Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata : “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Munafiqun : 9-11)

Menjadi kewajipan manusia mengambil peringatan ini supaya dapat bersedia menghadapi masa tersebut. Ingatlah apabila tiba saat dicabutkan roh dari badan, pintu taubat telah tertutup. Jika kita di kalangan orang yang taat kepada Allah, maka kita adalah orang yang beruntung. Begitulah sebaliknya.

Ulama menyebut bahawa orang banyak mengingati mati dimuliakan dengan tiga (3) perkara :

1) Dia akan segera bertaubat kepada Allah

2) Memadai hatinya dengan apa yang ada padanya

3) Dia akan rajin mengerjakan ibadah.

Begitulah sebaliknya. Manusia akan dihinakan dengan tiga (3) perkara jika ia lupa dari mengingati mati.

1) Dia lupa kepada taubat kepada Allah

2) Sentiasa tidak redha dengan apa yang ada padanya

3) Malas untuk mengerjakan ibadah kepada Allah.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails